Resensi
Buku Kristiani
Genre : apologetics book
Penerbit : Pionir Jaya
Buku yang berjudul, “Jesus Among Other Gods” ini, membahas beberapa pernyataan atau klaim oleh Yesus Kristus, yang sangat bermakna. Buku ini akan menolong kita untuk melihat Yesus dari Nazaret dengan perspektif yang berbeda, yang mungkin selama ini tak terpikirkan oleh kita.
Berikut gambaran sekilas mengenai isi buku ini:
Bab 1 : Memanjat Tembok Raksasa
Bab 2 : Memperkenalkan Rumah Surgawi
Bab 3 : Anatomi Iman dan Pencarian Rasio
Bab 4 : Kenikmatan bagi Jiwa
Bab 5 : Allahkah Sumber dari Penderitaanku ?
Bab 6 : Ketika Allah Berdiam Diri
Bab 7 : Adakah Seorang Penjaga Taman ?
Permulaan buku ini dimulai dengan sebuah metafora yang diambil dari pengalaman spiritual yang dialami oleh penulis sendiri, yakni “Memanjat Tembok Raksasa”. Secara sederhana, yang dimaksudkan penulis ialah menghadapi ketakutan atau faktor tertentu yang selama ini “memenjarakan” kita sehingga kita tidak memiliki relasi yang indah dengan Allah yang sejati. Bab 1 membawa pembaca kepada suatu pengalaman yang nyata dan ada pesan penting yang terkandung dalam pengalaman Ravi. Apakah pesan penting itu? Begitu penting, sehingga membangunkan kita dari “tidur” terhadap pencarian akan Kebenaran. Seperti kata penulis: Mood Berubah-ubah, tetapi Kebenaran tidak ! [mood: perasaan] Cari pesan itu segera, selama masih ada kesempatan!
Lalu, penulis memperkenalkan satu-satunya klaim yang sangat berbeda dan khas dari Yesus Kristus, yang tidak mungkin dan tidak akan pernah dinyatakan oleh tokoh manapun sepanjang sejarah. Suatu pengakuan yang begitu mengejutkan tatkala kita mengetahuinya. Anda ingin tahu? Mari dan Lihatlah!
Sepanjang sejarah, iman dan rasio kelihatan begitu bermusuhan. Dan kelihatannya, sampai saat ini, ini adalah pertanyaan yang diteriakkan dalam kehausan terdalam jiwa kita. Pada bab 3, Ravi Zacharias menunjukkan apa yang sebenarnya ada di balik penganut skeptisisme dan ateisme. Keraguan dan ketidakpercayaan yang diolah sedemikian rupa hingga nampaknya begitu rasional, tapi kita akan segera tahu rahasia mereka [kaum skeptik dan ateis] saat menyimak pemaparan penulis berdasarkan jawaban dari Yesus Kristus. Yesus? Ya. Skeptisme bukan hal baru, itu hanyalah istilah baru untuk kasus yang sama yang pernah dihadapi oleh Yesus ketika di dunia ini. Mau tahu? Bacalah dan anda akan mengerti.
“… Anda mungkin saja menggenggam sebuah harta di tangan Anda, tetapi kemudian mengabaikannya dan hanya menginginkan bungkusnya. Berada sangat dekat dengan kebenaran, namun jauh dari maknanya begitu sering terjadi dalam hidup kita. Tidak ada yang lebih sering menyaksikannya selain Yesus. Orang banyak sering datang kepada-Nya dan pergi dengan mendekap hal-hal yang kurang penting, sambil melepaskan harta sesungguhnya yang ditawarkan-Nya. Begitu banyak orang yang telah melakukan kesalahan yang sama dan membiarkan kata-kata Yesus disalahtafsirkan atau dilupakan begitu saja...”
Penulis juga membahas tentang perkataan Yesus tatkala diadili oleh Pontius Pilatus. Jawaban-Nya di tengah situasi yang begitu sulit ternyata begitu singkat, namun maknanya begitu dalam. Ini adalah klaim yang sekali lagi menunjukkan perbedaan mencolok dengan tokoh agama lainnya di tengah situasi yang menyudutkan. Tertarik? Lihatlah. Tidak tertarik, ya sudahlah, penyesalan selalu datang terlambat! Jika kita sudah mengenal Kebenaran, kita tidak akan takut untuk menghadapi hal-hal lain yang mengaku atau diakui sebagai Kebenaran. Hanya hadapilah!
Pada penghujung buku ini, penulis mengambil sebuah ilustrasi dari 2 filsuf yang mengolok-olok tentang keberadaan Allah. Lalu, dihadapkan dengan ilustrasi serupa oleh filsuf lain yang mengakui keberadaan Tuhan. Ilustrasi mereka mengambil latar di sebuah taman, dan mempertanyakan apakah Penjaga Taman [Tuhan] itu benar-benar ada? Ravi menjawab dengan empat taman yang diberitakan oleh Alkitab, yaitu Taman Eden, Taman Getsemani, dan ada 2 taman lagi. Alkitab memberikan jawaban yang faktual dan sangat berbeda. Bukan sekadar kumpulan teori belaka, tapi catatan kehidupan yang realistik dan jujur. Bukan sekadar kumpulan huruf-huruf tertulis belaka, tapi memperkenalkan Sesosok Pribadi yang Hidup, yang berintegritas, baik dalam sabdaNya maupun kehidupannya. Sesosok Pribadi yang sangat terbuka terhadap setiap lapisan sosial (kaya dan miskin, terpelajar dan tidak, rohaniwan dan sampah masyarakat). Sesosok Pribadi yang datang bukan untuk dilayani tapi untuk melayani. Bukan untuk menyuruh Anda berkorban bagiNya, tetapi malahan terlebih dahulu mau berkorban bagi keselamatan anda dan saya!
No comments:
Post a Comment